Home Nusantara Dept. Pariwisata PWI: Stakeholder Fokus Saja Kembangkan Desa Wisata

Dept. Pariwisata PWI: Stakeholder Fokus Saja Kembangkan Desa Wisata

written by Admin July 28, 2020
Dept. Pariwisata PWI: Stakeholder Fokus Saja Kembangkan Desa Wisata

Ketua Departemen Pariwisata Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hilda Ansariah Sabri mengatakan pengembangan desa wisata harus terus ditingkatkan apalagi di era new normal saat ini organisasi pariwisata dunia UNWTO menyerukan pembukaan kembali pariwisata agar menerapkan sustainable tourism.

“Desa wisata adalah salah satu dari implementasi sustainable tourism atau disebut konsep pariwisata berkelanjutan. Setelah banyak negara melonggarkan aturan dan mencabut lockdown akibat pandemi global Covid-19, trend berwisata masyarakat dunia adalah berkunjung ke desa-desa wisata,” ujarnya.

Menurutnya, program kerja departemen pariwisata PWI Pusat adalah membina atau membentuk desa-desa wisata yang jarak tempuhnya hanya sekitar satu jam dari bandara maupun dari pusat kota Kabupaten/Provinsi.

“Selama ini desa wisata yang ada jarak tempuhnya bisa 4-7 jam dari ibukota provinsi maupun kabupaten, sehingga kurang strategis untuk dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara karena akses, atraksi dan amenitas ( 3A) menjadi kuncinya,” terang Hilda.

Hilda mengatakan jika desa wisata jarak tempuhnya dekat ke bandara atau ke ibukota kabupaten maupun provinsi, mudah bagi wisatawan untuk datang menikmati kuliner, souvenir, keseharian warga desa termasuk berfoto dengan baju daerah setempat.

“Wisatawan Indonesia kalau ke neegri Belanda ingin ke Volendam untuk berfoto dengan kostum tradisional negri kincir angin itu. Padahal untuk foto di desa nelayan itu harganya juga tidak murah tapi mereka happy dan bangga bawa pulang foto-foto dan souvenir dari tempat itu,” ujarnya.

Pariwisata yang ‘ramah’ dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya disepakati sebagai pariwisata berbasis komunitas atau yang tidak merugikan masyarakat sekitar, lingkungan dan budaya lokal masyarakat, penyebutan ini lebih dikenal sebagai Community Based Tourism (CBT).

“CBT mengutamakan masyarakat lokal sekitar destinasi wisata yang menjadi subjek sekaligus objek dalam manajemen pariwisata. Peran masyarakat dalam konsep CBT ini sangat penting bagi keberlangsungan pariwisata (sustainable tourism),” paparnya.

Sementara terkait proyek percontohan yang sudah atau akan dilakukan oleh PWI Pusat selama ini, Hilda menjelaskan bahwa sebagai organisasi profesi maka PWI akan mengajak stakeholders terkait untuk mewujudkannya karena disetiap desa wisata juga dibentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang menjadi pengelola desa wisata.

“Pokdarwis inilah nanti bersama PWI Daerah maupun Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) yang melakukan pembinaan, pelatihan sehingga desa wisata tersebut bisa melayani wisatawan dengan baik dan pengurus Pokdarwis mahir mempromosikan lewat media sosial di website-nya masing-masing hasil binaan PWI,” kata Hilda.

Mengenai Kabupaten atau Provinsi yang bisa mengembangkan desa wisata seperti harapan PWI Pusat tanpa menunggu Covid-19 berakhir menurut Hilda adalah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Banyuwangi sudah ada bandara dan penerbangan langsung, jadi proyek percontohan pariwisata se-Indonesia dan banyak bupati yang berkunjung ke sana untuk studi banding,” ungkapnya.

Sedangkan di Banjarmasin jarak tempuh obyek wisata kurang dari satu jam adalah kawasan wisata Pasar Terapung di Kecamatan Banjarmasin Utara.

“Ada lagi Banjar Baru yang lokasinya dekat bandara dan dekat Martapura pusat perdagangan atau perbelanjaan permata atau intan terbesar se-Indonesia bahkan dunia. Ada 6 kecamatan dan 35 kelurahan sehingga saya mengharapkan Ketua PWI Kalsel Zainal Hilmi dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Dahnial Kifli bisa memilih lokasi yang tepat untuk pembinaan. Semua perusahaan besar di Kalsel terutama sektor tambang bisa alokasikan dana CSR secara ‘keroyokan’ untuk pariwisata daerahnya. Dana tidak besar yang penting political will,” tutupnya.

You may also like

Leave a Comment