Home MancanegaraAustralia Keren, Seniman Asal Indonesia Berkesempatan Tampil pada ‘The 9th Asia Pacific Triennial of Contemporary Art’ di Australia

Keren, Seniman Asal Indonesia Berkesempatan Tampil pada ‘The 9th Asia Pacific Triennial of Contemporary Art’ di Australia

written by Admin November 14, 2018
Keren, Seniman Asal Indonesia Berkesempatan Tampil pada ‘The 9th Asia Pacific Triennial of Contemporary Art’ di Australia

Empat seniman kontemporer berbakat Indonesia akan berpartisipasi dalam Pameran Seni Kontemporer Asia Pasifik kesembilan the 9th Asia Pacific Triennial of Contemporary Art yang akan dibuka di Brisbane, Australia, akhir bulan ini.

Karya Aditya Novali, Elia Nurvista, Handiwirman Saputra dan Zico Albaiquni akan dipamerkan berdampingan dengan lebih dari 80 seniman seluruh kawasan di galeri seni Queensland Art Gallery and Gallery of Modern Art pada 24 November 2018 hingga 28 April 2019.

“Warga Australia dan Indonesia berbagi kecintaan yang sama terhadap seni, kreativitas, dan budaya kontemporer,” ujar Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Allaster Cox. “Pameran ini merupakan salah satu perayaan seni yang penting di kawasan kita dan menarik penonton dari seluruh dunia.”

Acara tiga tahunan ini akan menampilkan instalasi, lukisan, patung, foto, dan video oleh seniman yang berasal dari lebih 30 negara.

Keempat peserta Indonesia akan bergabung dengan lebih dari 50 seniman kontemporer Indonesia yang paling diakui yang telah berpartisipasi sejak rangkaian APT diluncurkan pada tahun 1993.

“Saya sangat senang lukisan saya dipamerkan di Brisbane,” kata artis Zico Albaiquni. “Ayah saya, Tisna Sanjaya, juga memiliki karya yang pernah ditampilkan dalam Asia Pacific Triennial ketiga pada 1999, yang menjadi sumber inspirasi bagi saya.”

Selama enam bulan pameran, akan ada program sinema dan simposium akademik, tur, diskusi dan lokakarya, pengalaman kreatif untuk anak-anak, dan acara khusus untuk segala usia.

Australia dan Indonesia memiliki hubungan jangka panjang di bidang seni dengan berbagai pameran, pertukaran, kolaborasi, residensi, dan hibah yang membuat para kreatif kedua negara semakin dekat.

You may also like

Leave a Comment