Nama sutradara asal Thailand, Banjong Pisanthanakun, belakangan mulai dikenal melalui film ‘The Medium’ yang mencatat kesuksesan dalam penayangannya. Film ‘The Medium’ pun berhasil menjadi film Thailand pertama yang mengantongi pendapatan lebih dari 470.000 penonton di Indonesia. ‘The Medium’ tercatat mengungguli layar Indonesia dengan hampir 1.500 layar dan 29% showtime di seluruh Indonesia.
Menariknya, Banjong mengaku pernah terpikir untuk berkolaborasi dengan sineas Joko Anwar dalam penggarapan film horor. Menurut pria yang juga menyutradarai film ‘Pee Mak’ (2013), kolaborasinya dengan Joko Anwar akan menghasilkan film dengan nuansa horor yang kuat.
“Saya pernah ngomong dengan Joko Anwar antara kolaborasi Indonesia dan Thailand bakal membuat film horor hardcore, strong. tapi itu masih dalam tahap pemikiran ya. Belum di-confirm,” terangnya dalam ‘The Medium’ Virtual Interview bersama media massa di Indonesia, pada hari Rabu (10/11).
Ketika ditanya mengenai industri perfilman horor di Indonesia, Banjong termasuk sosok yang berpandangan positif. Dia lalu memuji film horor yang salah satunya dibuat Joko Anwar yakni ‘Impetigore’ atau dikenal sebagai ‘Perempuan Tanah Jahanam’ .
“Horor Indonesia itu maju sekali. Saya teman Joko Anwar, pernah menonton film ‘Impetigore’ di bioskop Thailand. Itu film yang bagus dan untuk kategori horor, Asia Tenggara nomor satu di dunia,” jelasnya.
Melalui film ‘The Medium’, Banjong berkolaborasi dengan sutradara asal Korea Selatan, Na Hong-jin yang pernah berpartisipasi dalam penggarapan sederet film ternama seperti ‘The Wailing’, ‘The Chaser’ dan ‘The Yellow Sea’.
‘The Medium’ berkisah tentang praktik perdukunan. Seorang dukun di wilayah Isan, Thailand menyadari keponakannya kesurupan sosok mahluk gaib yang tampaknya ternyata tidak begitu baik hati.





