Home Lifestyle Momen Valentine di Era Pandemi Jadi Tantangan bagi Brand

Momen Valentine di Era Pandemi Jadi Tantangan bagi Brand

written by Admin February 15, 2021
Momen Valentine di Era Pandemi Jadi Tantangan bagi Brand

Hari kasih sayang atau Valentine’s Day menjadi momentum yang banyak dimanfaatkan oleh brand untuk melakukan kampanye agar semakin dekat dengan pelanggan.

Kampanye yang dilakukan berimbas pada tumbuhnya penjualan di beberapa kategori usaha seperti coklat dan es krim. Tidak hanya mengajak masyarakat untuk menunjukan kasih sayang lewat ucapan tetapi juga tindakan dengan memberikan hadiah spesial.

Momentum ini dimanfaatkan perusahaan yang menaungi brand coklat Cadbury melakukan kampanye ungkapan hati agar masyarakat lebih terbuka dalam menunjukan kasih sayangnya.

“63% orang merasa tidak nyaman mengungkapkan isi hatinya, termasuk mereka yang sudah menikah. Padahal, mayoritas orang akan senang dan nyaman jika ada orang tersayangnya mengungkapkan rasa cinta,” papar Head of Chocolate Mondelez Indonesia Rachel Angelina dalam webinarHK on Valentine’, pada hari Minggu (14/2).

Di sisi lain, penjualan produk es krim Campina di masa Valentine tumbuh apik seiring dengan berjalannya beberapa kampanye digital bertema kasih sayang. Peningkatkan kemudahan akses pengiriman menjadi pendorong meningkatnya pembelian. Bukan untuk konsumsi pribadi, tetapi saat ini masyarakat fokus untuk mengirimkan hadiah kepada orang tersayang.

“Pembelian es krim itu tidak direncanakan sehingga kami melihat kapan buying moment-nya. Dan selama Valentine pembelian produk Campina naik hingga 12%,” ujar Marketing Manager PT Campina Ice Cream Industry, Mustofa Saadji.

Menanggapi hal tersebut, founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya menilai kepekaaan brand dalam memanfaatkan momentum Valentine memang bisa membawa mereka meraup keuntungan besar.

Valentine di tengah kondisi pandemi juga menjadi tantangan bagi brand untuk meraih empati masyarakat dengan memaksimalkan aspek cinta dan kebahagiaan. Namun, menurutnya bukan hanya kampanye yang perlu dijalankan tetapi juga kolaborasi dengan brand terkait.

“Produk yang memiliki simbol love and happiness harus melakukan integrasi supaya saling melengkapi, tidak jalan sendiri-sendiri. Ini bisa lebih menguntungkan,” jelas pakar marketing nasional ini.

You may also like

Leave a Comment