Home Lifestyle Ketua GPBSI Berikan Rekomendasi pada Pemerintah : Seragamkan Pajak Tontonan.

Ketua GPBSI Berikan Rekomendasi pada Pemerintah : Seragamkan Pajak Tontonan.

written by Admin March 29, 2019
Ketua GPBSI Berikan Rekomendasi pada Pemerintah : Seragamkan Pajak Tontonan.

Bukanlah sebuah upaya untuk memaksakan kehendak, melainkan sebuah upaya untuk menyemarakkan perfilman dan perbioskopan di Indonesia. Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djohny Syafruddin mendesak pemerintah untuk menyeragamkan pajak tontonan. Semua daerah maksimal dikenakan pajak tontonan sebesar 10 persen.

“Selama ini pajak tontonan diberlakukan beda-beda tergantung daerahnya. Kami dari pengusaha meminta agar pajak tontonan diturunkan hingga 10 persen saja,” kata Djohny saat menjadi pembicara dalam seminar yang digelar Forum Wartawan Hiburan (Forwan) di Jakarta, Kamis 28 Maret 2019.

Helatan seminar dalam rangka peringatan ke-69 Hari Film Nasional digelar Forum Waryawan Hiburan (Forwan) bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain Djohny, juga dihadirkan sebagai nara sumber, yakni produser film Ody Mulya Hidayat, Dian Srinursih Kepala Perijinan dan Pengendalian Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Yan Wijaya Pengamat Film dan Didang Prajasasmita (wartawan senior/Forwan).

Lanjut Djonny, selain pajak tontonan yang menjadi beban berat pengusaha bioskop, juga tarif listrik yang lumayan tinggi, menjadi masalah serius para pengusaha.

“Kalau bioskop mau tumbuh, tarif listrik juga mesti diturunkan. Pemerintah mesti berani melakukan terobosan, menurunkan pajak dan tarif listrik. Kalau memang, gedung bioskop mau tumbuh, tolong ringankan beban pengusaha,” kata Djohny lagi.

Selain itu, Djohny juga meminta kepada pemerintah, agar investor asing di bidang bioskop dibatasi hingga provinsi. “Kalau sampai kabupaten, kasihan bioskop independen. Akan banyak yang bubar jalan. Contohnya di Purwokerto dan Tegal, pengusaha bioskop lokal banyak yang gulung tikar,” pungkas Djohny Syafruddin.

You may also like

Leave a Comment