Home Lifestyle Singapore Airlines Group Siapkan Strategi Pengembangan Armada dan Rute Penerbangan

Singapore Airlines Group Siapkan Strategi Pengembangan Armada dan Rute Penerbangan

written by Admin May 21, 2018
Singapore Airlines Group Siapkan Strategi Pengembangan Armada dan Rute Penerbangan

Selama kuartal bulan Januari – Maret 2018, satu armada pesawat A350-900 dan satu armada pesawat A380-800 telah masuk dalam jaringan layanan Perusahaan Maskapai Induk. Satu armada 777-200 telah diberhentikan dari operasional untuk persiapan sewa ke NokScoot, sementara satu armada pesawat A330-300, satu armada pesawat 777-200, dan satu armada pesawat 777-200ER telah dibebas-tugaskan untuk pensiun dari armada SIA.

Pada tanggal 31 Maret 2018, armada operasional Perusahaan Maskapai Induk terdiri dari 107 pesawat penumpang (48 777, 21 A330-300, 17 A380-800 dan 21 A350-900), dengan usia rata-rata 7 tahun dan 4 bulan. Selain itu, Perusahaan Maskapai Induk menerima armada pesawat 787-10 pertama di dunia dari Boeing di kuartal ini, menampilkan produk kabin regional terbaru, yang memasuki layanan komersial selama bulan April 2018.

Selama tahun keuangan 2018/19, Perusahaan Maskapai Induk berencana untuk melakukan pengiriman atas tujuh armada pesawat 787-10, tiga armada pesawat A380-800, tujuh armada pesawat A350-900ULR, dan empat armada pesawat A350-900 dalam konfigurasi regional. Seluruh pesawat, kecuali satu armada pesawat A350-900, direncanakan untuk mulai beroperasi pada 31 Maret 2019. Selain itu, lima armada pesawat 777-200ER, empat armada pesawat A330-300, satu armada pesawat 777-200 dan satu armada pesawat A380-800 dimaksudkan untuk dibebas-tugaskan dari operasional armada SIA.

Termasuk armada pesawat 787-10 pertama, total operasional armada Perusahaan Maskapai Induk diperkirakan akan bertambah menjadi 117 pesawat pada akhir tahun keuangan. Kapasitas untuk tahun keuangan 2018 / 19 diproyeksikan meningkat sebesar 5%.

SilkAir membebas-tugaskan satu armada pesawat A320 dari layanan untuk persiapan dijual selama kuartal tersebut, mengakhiri tahun keuangan-nya dengan 32 armada pesawat yang beroperasi, yang terdiri dari sembilan armada pesawat A320, tiga armada pesawat A319, 17 armada pesawat 737-800 dan tiga armada pesawat 737 MAX 8 – dengan usia rata-rata 4 tahun dan 7 bulan. Tiga armada pesawat 737 MAX 8 diharapkan dapat bergabung dengan armada yang beroperasi pada tahun keuangan 2018 / 19, sementara satu armada pesawat A320 dan satu armada pesawat A319 akan diberhentikan dari operasi untuk kemudian masing-masing akan dijual dan dikembalikan dari sewa.

Jumlah armada yang beroperasi akan meningkat menjadi 33 pesawat untuk tahun keuangan ini. Pertumbuhan kapasitas diperkirakan sebesar 9%.

Pada kuartal keempat, Scoot menonaktifkan dua armada pesawat A320 untuk persiapan pengembalian sewa, dan satu armada pesawat A320 yang semulanya disewakan kepada IndiGo untuk kembali ke dalam armada yang beroperasi. Armada yang beroperasi pada 31 Maret 2018 terdiri atas 40 armada – 16 armada pesawat 787 (10 787-8 dan enam armada pesawat 787-9), 22 armada pesawat A320 dan dua armada pesawat A319 – dengan usia rata-rata 4 tahun dan 8 bulan. Untuk tahun keuangan 2018/19, Scoot akan melakukan pengiriman atas dua armada 787-9 dan dua armada pesawat A320neo, serta delapan armada pesawat A320 yang semulanya disewakan kepada IndiGo akan dikembalikan, yang mana hal ini akan menambah jumlah armada yang beroperasi.

Empat armada pesawat A320 akan diberhentikan dari layanan untuk pengenbalina sewa, sehingga jumlah keseluruhan armada yang beroperasi menjadi 48 pesawat pada 31 Maret 2019. Kapasitas diperkirakan akan tumbuh sebesar 17%.

Secara keseluruhan, pertumbuhan kapasitas penumpang yang direncanakan untuk SIA Group di Tahun Keuangan 2018 / 19 adalah sebesar 8%.

Armada pesawat yang beroperasi untuk SIA Cargo tidak berubah dari kuartal terakhir, dengan jumlah tujuh pesawat kargo 747-400 pada 31 Maret 2018, dan diperkirakan akan tetap pada tingkat ini untuk Tahun Keuangan 2018 / 19. Pertumbuhan kapasitas kargo yang direncanakan adalah sebesar 6%.

 Pengembangan Rute Penerbangan

Melalui penggunaan pesawat 787-10 baru, Perusahaan Maskapai Induk memulai layanan berjadwal menuju Osaka dan Perth masing-masing pada tanggal 3 Mei 2018 dan 7 Mei 2018. Berlaku sejak 1 Mei 2018, layanan penerbangan yang beroperasi empat kali seminggu menuju Canberra-Wellington digantikan oleh rute penerbangan Singapura-Wellington melalui Melbourne yang beroperasi empat kali seminggu, serta layanan penerbangan harian dengan rute melingkar menuju Canberra melalui Sydney. Jumlah destinasi di dalam jaringan akan tetap berada di angka 62, di 32 negara dan wilayah, termasuk Singapura.

Beberapa layanan penerbangan akan disesuaikan pada musim operasi Northern Summer (25 Maret 2018 – 27 Oktober 2018). Selain itu, layanan penerbangan menuju Cape Town melalui Johannesburg telah ditingkatkan dari empat kali seminggu menjadi layanan harian. Frekuensi layanan penerbangan ke Dusseldorf juga meningkat dari tiga kali seminggu menjadi empat kali seminggu. Sedangkan mulai pada tanggal 1 Juni 2018, layanan penerbangan ke Hanoi akan bertambah dari tujuh menjadi 10 penerbangan seminggu, yang dikarenakan oleh mengalihan parsial dari SilkAir.

SilkAir telah mengalihkan layanan penerbangan ke Langkawi kepada Scoot pada tanggal 8 April 2018, dan selanjutnya juga akan mengalihkan layanan penerbangan ke Pekanbaru kepada Scoot pada tanggal 30 Mei 2018. Sehubungan dengan penutupan sementara layanan penerbangan ke Boracay selama enam bulan, penerbangan Kalibo yang dijadwalkan untuk dialihkan ke Scoot pada bulan Juni 2018 akan diberhentikan lebih awal, yakni mulai tanggal 26 April 2018. Dengan beberapa perubahan tersebut, SilkAir akan terbang ke 49 destinasi di 16 negara.

Selama kuartal tersebut, Scoot telah memulai penerbangan ke Kuantan dan menghentikan layanan penerbangan ke Jaipur. Penerbangan menuju Pekanbaru akan dimulai pada tanggal 1 Juni 2018. Sedangkan, layanan penerbangan menuju Berlin akan dimulai pada tanggal 20 Juni 2018, yang diikuti oleh layanan penerbangan menuju Nanchang, China, pada tanggal 2 Juli 2018.  Sementara itu, pemberhentian layanan penerbangan Kalibo selama enam bulan telah dimulai sejak tanggal 27 April 2018. Jaringan maskapai Scoot akan berkembang menjadi 67 destinasi di 18 negara dan wilayah.

Secara keseluruhan, portofolio maskapai penerbangan dalam Grup akan melayani 137 destinasi di 37 negara dan wilayah, termasuk Singapura.

SIA Cargo akan terus mengejar peluang penerbangan charter dan menyesuaikan kapasitas untuk memenuhi permintaan penerbangan yang ada. Saat ini, jaringan kargo SIA Cargo mencakup 19 kota di 13 negara dan wilayah, termasuk Singapura.

You may also like

Leave a Comment