Home Lifestyle Hari 2 NSFW 2020: Bertahan di Masa Pandemi

Hari 2 NSFW 2020: Bertahan di Masa Pandemi

written by Admin July 28, 2020
Hari 2 NSFW 2020: Bertahan di Masa Pandemi

Setelah berhasil menarik animo masyarakat pada gelaran hari pertama No Sleep For Weekend 2020, pada hari kedua (26/7) konferensi online ini dibuka dengan topik ‘We The Hope‘ oleh sesi Ari Anindya Hartika selaku Asisten Deputi Industri dan Jasa Kementerian Koperasi dan Unit Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Rico Lubis selaku Entrepreneur dan founder Urbain Inc., dan Aldi Adrian selaku VP Investasi dari MDI Ventures.

Kemudian di sesi kedua menghadirkan narasumber Venny Asyita selaku Associate Director Co.Think Research, Haryotomo Wirsyasono selaku Team Leader Glints, dan Tinton Ardian selaku COO Rumah Siap Kerja yang membahas mengenai ‘Job Hunting Through Pandemic‘. Dan diakhiri sesi ketiga dengan topik ‘Collaborate With Your Network‘ dengan narasumber Kevin Osmond selaku Relawan Gerakan Masker Untuk Indonesia, Hari Prast selaku Ilustrator, Yeri Afriyani selaku perwakilan dari Calla The Label dan Syafri Yuzal dari Aino Indonesia.

Dalam penjelasannya, Ari Anindya menjawab pertanyaan upaya pemerintah dalam meminimalisir efek ekonomi akibat pandemi Covid-19 terutama di bidang KUKM yaitu melalui program pemulihan ekonomi nasional.

“Program ini berisi serangkaian kebijakan yang dimaksudkan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional guna menjaga stabilitas sosial, ekonomi dan sektor keuangan dapat terjaga dengan baik. Di bidang UMKM dilakukan beberapa program seperti insentif pajak, relaksasi dan restrukturisasi kredit dan perluasan pembiayaan modal kerja,” jelas Ari Anindya Hartika.

Di sisi lain, penurunan pertumbuhan ekonomi di Indonesia ini berdampak pada jutaan orang yang kehilangan pekerjaannya akibat pandemi ini. Haryotomo Wiryasono, selaku Team Leader Glints menyatakan bahwa hal yang harus dipersiapkan untuk generasi muda yang saat ini sedang mencari pekerjaan adalah mengetahui kecocokan terhadap culture, visi dan misi dari perusahaan itu sendiri.

“Bekerja bukan hanya sekedar tentang mengerti teknis, tapi ada culture company, visi dan misi perusahaan atau secara spesifik apakah perusahaan tersebut memiliki solve problem di masyarakat. Hal itu perlu kita ketahui apakah memang sejalan dengan kemauan dari diri kita. Hal ini kadang dilupakan, dan perlu dipersiapkan generasi muda dalam mencari pekerjaan.” ujar Haryotomo.

Sementara Tinton Ardian, COO Rumah Siap Kerja menjelaskan bahwa pada masa pandemi ini masih banyak beberapa sektor industri yang membutuhkan sumber daya manusia, khususnya sektor industri yang merasakan dampak positif dari pandemi ini.

“Beberapa sektor masih membutuhkan banyak pekerja, tapi banyak yang membutuhkan skill khusus. Untuk itu para pencari kerja harus bisa upgrade skill, harus bisa baca situasi sektor yang tepat dimana mereka bisa berkembang.” ucap Tinton.

Hari kedua pun akhirnya ditutup dengan sesi ketiga yang mengangkat topik ‘Collaborate With Your Network‘, Yeri Afriyani dari Calla The Label memberikan tips dalam berbisnis khususnya dalam berkolaborasi.

“Kolaborasi merupakan salah satu strategi marketing communication untuk meningkatkan brand awareness, dengan berkolaborasi dengan stakeholders lain, terutama yang memiliki kredibilitas dan history yang baik. Karena dengan kolaborasi ada double insight yang kita dapatkan baik dari kita sendiri dan tentu dari partner kita dalam berkolaborasi dan hal ini akan menghasilkan sesuatu yang impactful.” ujarnya.

Salah satu langkah pemerintah dalam menaikan angka pertumbuhan ekonomi di masa pandemi ini adalah dengan peningkatan pemanfaatan teknologi digital. Generasi muda sebagai sosok yang dinamis, penuh energi, optimis dan sudah terbiasa dengan aktivitas yang menggunakan teknologi digital diharapkan untuk dapat peranan di masa pandemi ini.

Untuk itu, konferensi online No Sleep For Weekend hadir sebagai ruang untuk saling diskusi dan berbagi ilmu dan diharapkan dapat menuntun generasi emas Indonesia baik dalam jangka pendek dan jangka panjang sebagai upaya optimalisasi masa puncak demografis Indonesia yang akan datang.

“Dari sisi peserta, tercatat ada lebih dari 100 peserta setiap harinya. Kami berharap 20 narasumber yang mewakili individu atau lembaga yang turut serta hadir dalam konferensi online ini mampu memberikan inspirasi kepada seluruh peserta untuk tetap semangat dan bertahan di era pandemi ini serta tentu saja diharapkan dapat membuat kontribusi untuk bangsa Indonesia kedepannya,” terang Abynprima Rizki, Head of Convention Dyandra Promosindo.

You may also like

Leave a Comment