Home Lifestyle Perayaan Hari Purbakala ke-106 Tahun, Momentum Jadikan Keberagaman Budaya sebagai Identitas Bangsa

Perayaan Hari Purbakala ke-106 Tahun, Momentum Jadikan Keberagaman Budaya sebagai Identitas Bangsa

written by Admin June 16, 2019
Perayaan Hari Purbakala ke-106 Tahun, Momentum Jadikan Keberagaman Budaya sebagai Identitas Bangsa

Perayaan Hari Purbakala telah memasuki tahun ke-106. Sebuah ukiran waktu yang tidak sebentar, apalagi untuk negara seperti Indonesia yang dikenal memiliki keragaman cagar budaya serta peninggalan sejarah tentudapat dibayangkan ada berapa banyak cagar budaya dan peninggalan sejarah yang berhasil dikumpulkan baik untuk kebutuhan ilmu pengetahuan maupun koleksi negara.

Tercatat dalam buku sejarah bahwa sejak tanggal 14 Juni 1913 merupakan momentum berdirinya sebuah lembaga yang menangani penginggalan purbakala bernama Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch Indie atau Jawatan Purbakala yang dipimpin oleh N.J Krom. Lembaga inilah yang kemudian melakukan upaya pelestarian terhadap benda-benda purbakala. Dalam perjalanannya, lembaga ini telah mengalami beberapa kali perubahan nama, akan tetapi tetap mengacu pada visi yang sama, yaitu melakukan upaya pelindungan peninggalan purbakala.

Kemudian sesuai dengan perkembangannya visi pelestarian yang pada awalnya hanya menekankan pada aspek perlindungan keberadaan fisik peninggalan purbakala, kini telah berkembang sejalan dengan pelaksanaan Undang-Undang Nomor Nomor Il tahun 2010 tentang Cagar Budaya, di mana Pelestarian dimaknai sebagai upaya dinamis untuk mempertahankan keberadaan Cagar Budaya dengan cara melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkannya.

Memperingati Hari Purbakala Ke-106 yang bertema ‘Jalinan Kebinekaan Cagar Budaya sebagai Identitas Bangsa’ tersebut, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan serangkaian acara yang diantaranya:

Diskusi Cagar Budaya

  • Diskusi Cagar Budaya Bali: Rangkaian pertama kegiatan ini ada pada diskusi Cagar Budaya yang diselenggarakan di Bali. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 4 hingga 7 April 2019. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama PCBM, IAAI Komisariat Daerah Bali, dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali. Acara ini dihadiri peserta sejumlah 100 orang yang berasal dari dinas kebudayaan setempat, pelajar, pramuka, hingga pegawai BPCB Bali. Dalam acara ini juga hadir dari public figure yaitu Raymon Tungka sebagai salah satu narasumber.
  • Diskusi Cagar Budaya Makassar: Diskusi di Makassar mengusung tema ‘Mengenal Arkeologi Bawah Air’. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara PCBM, IAAI Komisariat Daerah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampapua), BPCB dan juga Universitas Hassanudin. Acara ini dihadiri sejumlah 200 orang yang berasal dari mahasiswa, pelajar, pramuka, komunitas, masyarakat, bpcb makasar, dan juga dari dinas kebudayaan propinsi Sulawesi Selatan. Dalam acara ini juga hadir dari public figure yaitu Raymon Tungka sebagai salah satu narasumber.

Pembuatan Film Kaleidoskop

Pembuatan film ini bercerita tentang perjalanan lembaga kepurbakalaan dari awal terbentuk hingga akhirnya tahun ini memasuki tahun ke-106. Diantaranya dilakukan pengambilan gambar foto dan video di lingkungan kawasan Prambanan dan Borobudur.

Kegiatan Lomba dan Bincang Santai

Rangkaian kegiatan lomba dan bincang santai mengenai cagar Budaya dibuat beberapa kegiatan agar dapat mencakup berbagai minat pada cagar Budaya.

Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya :

  • Bincang santai dan literasi juga diselenggarakan untuk meramaikan Hut Purbakala. Kegiatan ini dilaksanakan di Museum Kebangkitan Nasional. Bincang santai mengambil tema tentang beberapa Cagar Budaya yang ada di Jakarta, diantaranya, Mal Sarinah, Monumen Nasional, Museum Nasional, dan Museum Kebangkitan Nasional. Para peserta juga akan mendapatkan materi tentang literasi. Setelah kegiatan tersebut peserta diharapkan dapat memahami dan menjelaskan Cagar Budaya yang ada di sekitarnya. Peserta kegiatan sejumlah 230 orang terdiri dari Dit Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, pelajar SMA, komunitas, dan masyarakat umum. Kegiatan akan diselenggarakan pada hari Minggu, tanggal 16 Juni 2019. Nara Sumber materi sejarah kawasan Monas adalah Ketua Umum Asosiasi Guru Sejarah Indonesia, Sumardiansyah Perdana Kusuma. Sementara Nara Sumber materi tentang literasi disampaikan Oleh Komunitas Dandelion Authors.
  • Hasil akhir dari kegiatan ini berupa penyusunan buku antologi “Ragam dan Pesona Cagar Budaya” yang akan ditulis oleh peserta pelajar dan komunitas Dandelion author.
  • Lomba Penulisan Ensiklopedia 34 Provinsi dan Lomba Pembuatan Komilk tentang Cagar Budaya: tema kedua lomba ini adalah “Mengulik Manfaat Cagar Budaya untuk Masyarakat”. Lomba ini dibuat atas kerjasama Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dengan Komunitas Wonderland Family. Publikasi kegiatan ini telah berlangsung dari bulan April hingga Juni. Peserta kegiatan ini dibuka untuk masyarakat umum.
  • Lomba Foto: kegiatan lomba ini memiliki tema ‘Aku dan Cagar Budaya’. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Direktorat PCBM bersama dengan Komunitas Rumah Cerdas Anak Indonesia.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Fitra Arda mengatakan bahwa tinggalan purbakala dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan nasional.

“Yang melampaui batas-batas pengelompokan etnis, ras, budaya, dan agama dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan falsafah negara Pancasila” kata Fitra dalam pidato sambutan HUT Purbakala 106. Hal ini menandakan jika Cagar Budaya memiliki peran penting untuk memupuk kesadaran jati diri bangsa dan mempertinggi harkat dan martabat bangsa, di tengah-tengah tatanan peradaban dunia,” jelasnya kepada Travelmaker.ID.

Agar pelestarian Cagar Budaya kedepan dapat lebih fokus, efektif, dan efisien perlu strategi pengelolaan yang tepat. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, khususnya yang berkaitan dengan Strategi Kebudayaan. Dalam penyusunan agenda Strategis Pemajuan Kebudayaan salah satunya telah ditetapkan langkah-langkah upaya untuk meningkatkan pariwisata berbasis pemanfaatan museum, Cagar Budaya, dan obyek pemajuan kebudayaan yang mengindahkan kaidah-kiadah pelestarian.

Capaian registrasi cagar budaya yang telah dihimpun dalam Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya (sampai dengan 10 Juni 2019) adalah jumlah Obyek Yang Diduga sebagai Cagar Budaya (OYDCB) sebanyak 90.076 objek yang terdaftar, jumlah OYDCB yang terverifikasi sebanyak 45.034 objek, jumlah Rekomendasi CB sebanyak 1.518 objek, dan jumlah CB sebanyak 1.455 objek. Berdasarkan data statistik ini menunjukan capaian jumlah Cagar Budaya yang ada masih belum seimbang dengan jumlah obyek yang didaftar. Salah satu faktor penyebab utama adalah masih rendahnya kuantitas dan kualitas SDM Bidang Pelestarian Cagar Budaya..

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid mengatakan agar seluruh komponen bangsa untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfatkan Cagar Budaya Indonesia. “Harapan saya ke depan kita bisa bergotong royong, bekerjasama, menggunakan dan memanfaatkan Cagar Budaya sebagai ruang publik bagi interaksi seluruh komponen bangsa sehingga Bhinneka Tunggal Ika kita bisa terwujud dalam kenyataan” ujar Hilmar Farid.

You may also like

Leave a Comment