Home Mancanegara Tahun 2018, Wisatawan Bermalam di Dubai Mencapai 15,92 Juta

Tahun 2018, Wisatawan Bermalam di Dubai Mencapai 15,92 Juta

written by Admin March 14, 2019
Tahun 2018, Wisatawan Bermalam di Dubai Mencapai 15,92 Juta

Dubai menyambut 15,29 juta wisatawan internasional yang bermalam (international overnight visitors) pada tahun 2018, mencetak nilai tertinggi baru berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan oleh Department of Tourism & Commerce Marketing Dubai (Dubai Tourism). Melanjutkan upaya perluasan daya tariknya sebagai tujuan pilihan global untuk tahun selanjutnya, pasar sumber utama Dubai menghasilkan kinerja yang menguntungkan dengan beberapa pasar potensial yang strategis, memperkuat pertumbuhan sebesar dua digit yang menonjol untuk melanjutkan momentum peningkatan jumlah wisatawan internasional setiap tahunnya, sejalan dengan Visi Dubai Tourism 2022-2025. Selain itu, hal ini untuk mendorong dampak ekonomi yang lebih besar pada Produk Domestik Bruto (PDB) emirate.

Yang Mulia Helal Saeed Almarri, Director General, Dubai Tourism berkomentar: “Dituntun oleh visi Yang Mulia Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UAE dan Pemerintah Dubai, Dubai Tourism tetap berfokus untuk memastikan bahwa Dubai menempati posisi pertama sebagai kota yang paling sering dikunjungi di seluruh dunia, hal ini sejalan dengan Strategi Dubai Tourism 2022-2025. Dengan demikian, sepanjang tahun 2018, kami mengembangkan dan menerapkan pendekatan kustomisasi pasar yang spesifik di program penjangkauan global kami agar dapat menembus sasaran pasar kami secara lebih dalam serta memperluas ruang lingkup pengaruh dan keterlibatan dengan Dubai.

Mengekspos industri kami kepada pasar-pasar potensial untuk mengonversi pangsa yang lebih tinggi dari pasar perjalanan wisata luar negeri yang terus berkembang secara dinamis telah membantu menguatkan volume dasar pariwisata Dubai sepanjang tahun lalu. Investasi strategis kami, program promosi yang inovatif untuk destinasi, reformasi kebijakan federal yang responsif, dan kemitraan global jangka panjang – semua didukung oleh dukungan yang luar biasa dari  para pemangku kepentingan kami di seluruh sektor pemerintahan dan swasta – terus memberikan hasil yang kuat selagi kami berupaya untuk meningkatkan aksesibilitas, visibilitas, dan daya tarik keseluruhan Dubai, meminimalisir hambatan untuk bepergian, memberikan standar baru dalam pengalaman perjalanan global, dan pada akhirnya mendorong peningkatan kunjungan baik yang pertama maupun berulang.”

Dengan tempat-tempat bernuansa tradisional familiar bagi penduduk aslinya. Wisatawan dari India sekali lagi melewati angka dua juta dan mempertahankan posisi nomor satu pada akhir tahun 2018. Hal ini telah didorong oleh kemitraan bisnis yang kuat dengan para pemimpin industri utama dan publikasi nasional seperti Times of India (TOI) di seluruh India, dan kampanye yang dirancang untuk menitikberatkan pada destinasi wisata, seperti #BeMyGuest yang memenangkan banyak penghargaan, kolaborasi dengan superstar Bollywood Shah Rukh Khan, serta aktivasi musiman yang sangat bertarget untuk beresonansi dengan beragam audiens India.

Kerajaan Arab Saudi (KSA) berada di posisi kedua, mereka tetap menghasilkan volume lalu lintas tertinggi untuk GCC, dengan 1,6 juta wisatawan, mewakili pertumbuhan yang stabil sebesar 3% dari tahun ke tahun, berkat aktivasi yang disesuaikan termasuk kegiatan yang khusus di seluruh kota dan promosi untuk perayaan KSA National Day – semua dirancang dengan khusus untuk menarik wisatawan dari wilayah Kerajaan ini.

Sementara itu Inggris juga bertahan di posisi ketiga dengan 1,2 juta pelancong yang mengunjungi kota Dubai pada tahun 2018 – ini membuktikan popularitas Dubai yang bertahan lama di pasar, meskipun pembicaraan mengenai Brexit berdampak pada perjalanan wisata luar negeri secara keseluruhan dan sentimen konsumsi dari negara tersebut.

Dengan pertumbuhan dua digit dan kinerja yang kembali mengesankan untuk mempertahankan kekuatan mereka dalam sepuluh pasar potensial teratas; Cina, Rusia dan Jerman kembali mengalami peningkatan pada tahun 2018. Cina naik ke posisi nomor empat, dengan volume pariwisata naik 12 persen pada pertumbuhan tahun ke tahun dan mendatangkan 857.000 Wisatawan Tiongkok pada 2018. Rusia mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 28 persen dan naik dua tempat, menduduki posisi keenam dengan 678.000 wisatawan pada tahun 2018. Hal ini terjadi karena Cina dan Rusia terus menikmati keuntungan dari diperkenalkannya peraturan visa-on-arrival UAE bagi para pendatang dan peningkatan kuantitas penerbangan dengan tujuan ke emirat. Jumlah Wisatawan Jerman terus bertambah kuat pada tahun 2018, menyambut 567.000 wisatawan, hal ini menunjukkan peningkatan 12 persen dari 506.000 wisatawan pada tahun 2017.

Amerika Serikat masuk sebagai salah satu pasar, menduduki peringkat tujuh dengan 656.000 wisatawan pada tahun 2018 atau mewakili peningkatan sebesar empat persen, sementara Filipina memasuki 10 besar untuk pertama kalinya dengan 387.000 wisatawan ke Dubai. Karena keberhasilan strategi pemasaran destinasi yang sedang berlangsung, Dubai juga menyambut 348.000 tamu yang bermalam (overnight guests) dari Perancis, yang naik dua peringkat dan mengalami kenaikan 17 persen dari tahun ke tahun, sementara Italia mengalami pertumbuhan sebesar sembilan persen. Lonjakan yang mengesankan sebesar 36 persen dari Nigeria membawa negara ini kembali ke dalam 20 besar, dengan 185.000 wisatawan Nigeria mengunjungi Dubai pada tahun 2018. Hasil yang kuat ini membantu menyeimbangkan penurunan kunjungan dari pasar lain yang sebelumnya kuat seperti Oman dan Pakistan.

Dari perspektif regional, Eropa Barat muncul sebagai kontributor terbesar untuk jumlah wisatawan yang bermalam (overnight visitor) di tahun 2018 dan menguasai 21 persen pangsa pasar, untuk mempertahankan posisi dari tahun 2017. Kontribusi ini diikuti oleh GCC dan Asia Selatan, menyumbang 18 dan 17 persen (berurutan) dari semua kunjungan internasional. Wilayah Asia Utara dan Asia Tenggara menyumbang 11 persen dan mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan yang dibantu oleh strategi diversifikasi internasional Dubai Tourism.

Pangsa pasar terdekat seperti wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara (Middle East and North Africa, MENA) juga menghasilkan volume pertumbuhan yang stabil sebesar sepuluh persen. Sementara Rusia, Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (The Commonwealth of Independent States, CIS) yang lebih luas dan Eropa Timur secara kolektif menyumbang sembilan persen dari total kunjungan, mengalami peningkatan dua persen dari tahun 2017. Amerika dan Afrika masing-masing berkontribusi enam persen dari basis volume, dan sebagai penutup di wilayah regional, Australia berkontribusi sebesar dua persen dari pangsa pasar pada tahun 2018 yang sebagian besar didorong oleh wisatawan yang singgah (stop-over).

Mencerminkan kemampuan kota untuk lebih lanjut mendorong keterikatan antara wisatawan baru dan wisatawan berulang, Dubai terus menawarkan pengalaman yang berfungsi sebagai pengungkit penting dalam mendorong kontribusi PDB di seluruh segmen rekreasi. Objek wisata populer dan tujuan hiburan termasuk Dubai Mall, Burj Khalifa, Dubai Parks and Resorts, IMG Worlds of Adventure, La Mer dan Al Seef menarik minat banyak wisatawan, karena kota ini terus berinvestasi dalam pengembangan dan inovasi dengan daftar pengembangan yang besar, atraksi rekreasi, dan tujuan ritel, semuanya siap untuk membantu kesuksesan dalam ekosistem perjalanan global yang sangat kompetitif.

Penawaran tujuan terbaru untuk 2018 termasuk Dubai Frame, struktur yang unik dengan pemandangan keseluruhan kota dari berbagai sudut pandang (360 derajat), menunjukkan pemandangan kota Dubai dari masa ke masa. Di tahun 2018 juga akan dibuka Pulau Bluewaters, destinasi serba guna yang terletak di lepas pantai Jumeirah Beach Residence, dengan Ain Dubai – bianglala terbesar di dunia – ditetapkan sebagai pusat dari berbagai toko, perumahan, keramahtamahan, dan zona hiburan di pulau itu.

Sejalan dengan melestarikan dan membangun kesadaran terhadap destinasi ekowisata Dubai, emirat akan segera membuka taman nasional pertama UAE, Al Marmoum, proyek pariwisata terbesar dan yang pertama di kawasan yang mayoritas dikelilingi oleh gurun ini. Pembukaan ini sekaligus menjadi dorongan bagi Dubai untuk memamerkan keindahan alam emirat dan area-area yang kurang dikenal di daerah Hatta. Pengendara sepeda motor gunung, pencari petualangan, dan pecinta alam dengan cepat menjadikan tempat tersebut menjadi hotspot, baru-baru ini dibuka berbagai perkembangan dan atraksi baru yang menawarkan wisatawan perspektif yang unik dengan titik-titik pandang yang menakjubkan dari taman nasional dan pemandangan satwa liar.

Selama bertahun-tahun, kota Dubai juga fokus terhadap penawaran destinasi kultural emirat seperti Al Seef, yang menyatukan masa lalu kota yang membanggakan dan masa depan yang cerah, serta inisiatif cerdas seperti ‘Tur Audio Arsitektur Al Fahidi’ yang mengenalkan wisatawan pada sejarah yang kaya dan warisan Distrik Al Fahidi yang populer di Dubai. Meliputi lima pilar utama: tradisi, warisan, perdagangan, komunitas dan hub komunitas, Dubai Historical District menyoroti sejarah kultural kota dubai yang kaya kepada para pengunjungnya — yang menekankan pada seni.

Yang Mulia Helal Saeed Almarri, menyimpulkan: “Selagi kami mewujudkan ekonomi pariwisata Dubai untuk masa depan dengan mengembangkan pengalaman wisatawan yang luar biasa, kami berkomitmen untuk lebih memberdayakan sektor publik dan swasta kami untuk mengembangkan program strategis yang benar-benar dapat beradaptasi dengan kebutuhan pelancong yang dinamis. Oleh karena itu, komponen integral dari keberhasilan kota ini adalah komitmen berkelanjutan untuk berkolaborasi di seluruh ekosistem pariwisata Dubai dan memupuk kemitraan yang kuat dengan pemerintah dan pemangku kepentingan swasta, termasuk mendukung ekosistem wirausaha lokal.

Kami berkomitmen untuk menyediakan infrastruktur dan saluran distribusi global yang dibutuhkan untuk semua mitra kami, membekali industri besar dan kecil dengan jangkauan dan akses ke jaringan global kami. Ini sangat penting karena kami terus berupaya mencapai tujuan bersama untuk mendukung agenda prioritas kota untuk selalu menawarkan sesuatu yang baru berkelas dunia dalam dunia perjalanan global yang sangat terdemokratisasi.”

Pasokan Hotel

Sektor perhotelan Dubai terus membuat langkah progresif dalam penawarannya yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang terus berkembang, baik dari segi skala maupun luasnya. Sektor hotel mengalami pertumbuhan delapan persen selama periode 12 bulan versus 2017, dengan jumlah apartemen hotel dan hotel mencapai 115.967 di 716 perusahaan. Hotel-hotel mewah bintang lima berkontribusi sebesar 33 persen dari total inventaris emirat, dengan hotel-hotel bintang empat yang sebanyak 26 persen.

Properti dalam kategori bintang satu hingga tiga mewakili bagian 20 persen,. Adanya pertumbuhan ini merupakanhasil dari pendekatan yang berkelanjutan untuk memperluas segmen pasar. Properti yang terdiri dari hotel dan apartemen berkontribusi sebesar 21 persen dari total persediaan, dibagi menjadi kategori yaitu deluxe / superior dan standar. Dengan rata-rata hunian mencapai 76 persen, reservasi mencapai 30,13 juta, sementara durasi rata-rata para tamu untuk menginap tetap berada pada angka 3,5 malam.

You may also like

Leave a Comment