Home Lifestyle Tekstil Indonesia Milik Kolektor Australia Dipamerkan pada ‘Encounters with Bali: A Collector’s Journey’

Tekstil Indonesia Milik Kolektor Australia Dipamerkan pada ‘Encounters with Bali: A Collector’s Journey’

written by Admin July 12, 2018
Tekstil Indonesia Milik Kolektor Australia Dipamerkan pada ‘Encounters with Bali: A Collector’s Journey’

Tentu tak pernah terbayangkan, bahwa ternyata ada seseorang berkewarganegaraan Australia ternyata punya hobi mengoleksi tekstil khas Indonesia. bahkan koleksi yang dikumpulkannya selama puluhan tahun terakhir merupakan representasi dari beberapa kebudayaan yang ada di Indonesia.

Salah satu pengoleksinya bernama John Yu, yang mengaku jatuh cinta dengan tekstil serta kebudayaan asli Indonesia. Sebagian koleksinya dipertunjukkan kepada khalayak di Museum Textille dalam sebuah pameran bertajuk ‘Encounters with Bali: A Collector’s Journey’ yang akan berlangsung sampai dengan tanggal 5 Agustus 2018 mendatang.

Pameran  ini merupakan hasil kolaborasi  Museum Tekstil  Jakarta dengan Mosman Art Gallery Sydney. Pameran tersebut resmi dibuka oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia  Gary Quinlan di Museum Textille pada hari Selasa (10/7).

Hadir pada  acara pembukaan pameran ini salah satu dari 2 kolektor utama, yaitu John Yu,  sedangkan kolektor lainnya bernama George Soutter telah meninggal dunia.

Selain itu, acara pembukaan ini juga dihadiri antara lain Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi DKI Jakarta Fery Farhati Ganis dan Pelaksana Tugas (Plt). Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asyantoro.

Kain-kain  itu sudah dikumpulkan John Yu dan George Soutter selama 30 tahun selama perjalanannya ke Bali dan ke daerah lain di Indonesia. Bali menjadi daerah pertama  yang membuat Dr John Yu dan  Dr George Soutter   cinta terhadap kain wastra nusantara dan juga cinta terhadap Indonesia.

Tampak Hadir pada Acara ‘Encounters with Bali: A Collector’s Journey’ di Museum Textille yaitu Ferry Baswedan, John Yu dan Gary Quinlan

“Pameran ini merupakan suatu kebanggaan yang luar biasa. Bagi saya pribadi sebagai kolektor . Selain merupakan suatu kehormatan, saya sangat  bangga bahwa ini ada wujud dari persahabatan  Indonesia dan Australia. Bagi saya ini merupakan kesempatan untuk menunjukan  kepada warga Indonesia, bahwa orang Australia seperti saya  begitu menghargai dan mencintai kebudayaan  dari tradisi  yang terdapat di Indonesia,” kata John Yu dalam sambutannya.

Sementara  di kesempatan sama, Ketua Dekranasda  Provinsi DKI Jakarta Fery Farhati Ganis mengucapkan terima kasih kepada Mosman Art Gallery Sydney  dan Keduataan Besar Australia untuk Indonesia yang menggagas pameran ini.  Tak lupa,  Ferry juga menyampaikan apresiasinya  kepada John Yu dan  George Soutter yang telah mencintai kain wastra nusantara hingga mengkoleksinya selama puluhan tahun.

“Wastra adalah salah satu  paduan kita untuk memahami kebudayaan Indonesia  yang kaya  akan nilai-nilai kehidupan . Dengan  memahami makna keberadaan akan timbul rasa cinta  dan keterikatan untuk merawat kelestariannya. Rasa cinta  karya ini ada dalam diri John Yu dan George Soutter, apresiasi yang sangat tinggi saya sampaikan kepada sosok-sosok yang sangat hebat ini,  yang telah memberikan dedikasi terhadap wastra Indonesia,” ujar istri Gubernur DKI Jakarta itu.

Ucapan apresiasi terhadap pihak yang terlibat dalam  pameran ini, juga disampaikan Duta Besar Duta Besar Australia untuk Indonesia  Gary Quinlan. Dalam sambutannya, Dubes Quinlan berharap Pameran seperti ini, terus berlanjut untuk memperkuat tali persahabatan Indonesia dengan Australia.

“Kami itu (Indonesia-Australia) sahabat dekat,   tentu ada perbedaan ekspresi  kebudayaan masing-masing, namun perbedaan  itu merupakan aset, dimana kami bisa  saling belajar. Harapan saya bahwa pameran yang diadakan malam ini bisa terjadi lagi selama masa saya menjadi Duta Besar Australia. Dan saya  sangat senang  kesempatan seperti ini untuk  membuka dan mengembangkan pertukaran di bidang baik seni rupa , tradisi dan ekspresi media lainnya. Mudah-mudahan  saya akan  berkali-kali mempunyai  kesempatan membuka pameran seperti ini, terima kasih,” ungkap Dubes Quinlan.

Sebelum menutup kata sambutannya, Dubes Quinlan memberikan komentar terkait pengaruh Batik terhadap kebudayaan khas di Australia.

“Saya juga ingin mengomentari terkait Batik yang merupakan salah satu kain produk tekstil yang paling berpengaruh selama beberapa dekade belakangan dan memiliki pengaruh terhadap perkembangan tekstil di beberapa negara salah satunya ternyata adalah Australia yang juga terkena pengaruh budaya pembuatan batik ini,” tutup Gary Quinland yang baru menjabat sebagai Dubes Australia untuk Indonesia.

You may also like

Leave a Comment