Home MancanegaraIndia Menpar Terus Perkuat Jaringan di India Lewat Working Lunch

Menpar Terus Perkuat Jaringan di India Lewat Working Lunch

written by Admin May 9, 2018
Menpar Terus Perkuat Jaringan di India Lewat Working Lunch

Penguatan jaringan pariwisata di India terus dilakukan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Salah satunya melalui Working Lunch. Kegiatan ini dilakukan di Hotel Le Meridien, New Delhi, Senin (7/5).

Working Lunch diikuti Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Duta Besar Indonesia untuk India HE Raden Sidharta Reza Suryodipuro, Staf Khusus Bidang Komunikasi Don Kardono, Staf Khusus Bidang IT Sam Sriyono, Asdep Pemasaran II Regional III Kemenpar, Raden Sigit Witjaksono, serta VITO India, Sanjay Sondhi.

“Pasar India ini sangat potensial sebagai negara berkembang dengan populasi 1,3 miliar orang. India menunjukkan performa positif dalam kunjungan wisman ke Indonesia. Apalagi saat ini telah ada direct flight India-Indonesia oleh Garuda Indonesia. Ini tentu kita harus maksimalkan,” kata Menpar Arief Yahya.

Menteri asal Banyuwangi tersebut menjelaskan, pada tahun 2017, kunjungan wisman India ke Indonesia sudah mengalahkan Originasi Korea dan Jepang. Pertumbuhan wisman India tahun 2017 bergerak progresif. Persentasenya pertumbuhan 30%. Angka menempatkan India di posisi dua setelah Tiongkok dengan pertumbuhan 40%.

Pergerakan wisman India ke Indonesia tahun 2017 sekitar 485.000 orang. Length of stay-nya mencapai 7 hari per kunjungan. Kekuatan spending wisatawan India pun cukup tinggi, rata-rata sekitar USD1.000 per kunjungan. Selain itu kedekatan budaya menjadi salah satu keuntungan yang dimiliki Indonesia.

Dalam hal ukuran atau volume, pengunjung India ke Indonesia menyalip jumlah pengunjung Jepang dan Korea. Bahkan, data terbaru dari periode Januari hingga Februari 2018 telah memvalidasi proyeksi di mana ada total 87.000 pengunjung India dibandingkan dengan 74.000 orang Jepang dan 63.000 wisatawan Korea.

“Potensi yang dimiliki India ini luar biasa. Kondisi ini tentu harus dimaintenance dengan baik. Apalagi, pergerakan wisatawan India menuju Bali juga luar biasa bagusnya,” ujar Menpar.

Dari rentang Januari hingga Maret 2018, pergerakan wisatawan India menuju Bali surplus 61,6%. Jumlah itu tumbuh dari periode bulan sama di 2017. Angka riil jumlah kunjungan wisatawan India menuju Bali mencapai 82.500 orang pada Januari-Maret 2-18. Pada periode bulan sama tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan India hanya mencapai 51.000 orang. Bahkan, bila dirata-rata pertumbuhan kunjungan wisatawan India naik 1,81%.

Jumlah ini efek dari direct flight milik Garuda, meskipun kontribusi besar juga diberikan AirAsia. Meski telah menghubungkan India-Indonesia, AirAsia masih transit di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Bali menjadi destinasi favorit wisatawan India. Hal ini memang karena adanya kedekatan psikologis budaya. Sebenarnya, pertumbuhan wisatawan India menuju Bali sudah terlihat bagus di tahun lalu,” kata Menpar lagi.

Sepanjang 2017, sebanyak 247.000 wisatawan India masuk melalui pintu Bandara Ngurah Rai. Jumlah itu tumbuh 38% dari tahun sebelumnya. Pada 2016, jumlah kunjungan wisatawan India hanya sebesar 179.300 orang. Tahun lalu, posisi wisatawan India berada di urutan 3 setelah Tiongkok dan Australia. Angka itu juga berkontribusi 4,79% dari total kunjungan 5,68 juta wisman.

Dari progress positif tahun lalu juga, jumlah kunjungan wisatawan India mencapai 485.314 orang. Angka tersebut pun tumbuh 28,8% dari tahun sebelumnya. Pada 2016, jumlah kunjungan wisatawan India mencapai 376.802 orang.

Duta Besar Indonesia untuk India HE Raden Sidharta Reza Suryodipuro mengatakan, support selalu diberikan untuk menaikan jumlah kunjungan wisatawan India.

“Perkembangan pariwisata Indonesia yang sangat bagus harus didukung. Kami selalu mengupayakan agar jumlah wisatawan India yang berkunjung terus naik. Kami juga memiliki prioritas utama, yaitu berusaha menumbuhkan konektivitas udara India-Indonesia secara direct flight,” tutup Dubes yang akrab disapa Arto tersebut.

You may also like

Leave a Comment