Home Lifestyle Riset Booking.com Mengungkap Kaitan Erat Antara Foto, Sosial Media & Gen Z

Riset Booking.com Mengungkap Kaitan Erat Antara Foto, Sosial Media & Gen Z

written by Admin July 30, 2019
Riset Booking.com Mengungkap Kaitan Erat Antara Foto, Sosial Media & Gen Z

Ada banyak spekulasi tentang Gen Z dan penggunaan media sosial mereka serta kaitannya dengan kegemaran melakukan traveling yang sedang menjadi trend.

Apakah mereka sudah bosan?

Apakah mereka masih berbagi konten?

Apakah mereka benar-benar bergantung pada influencer?

Riset terbaru dari Booking.com mengungkapkan bahwa walaupun Gen Z adalah travelers yang mencari konten visual dan fotografi untuk media sosial, motivasi mereka sebenarnya lebih dari sekadar 108 piksel.

  • Menginap Demi Foto

Ada kutipan bahwa foto bernilai ribuan kata. Bagi Gen Z, kutipan itu harus menyertakan tagar ‘#travel’ dan ‘#inspo’. Lebih dari setengah Gen Z (54%) suka melihat posting-an dan foto travel di media sosial. Ketika harus memutuskan destinasi yang akan dikunjungi, Gen Z akan mencarinya langsung ke feed mereka, 40% mengatakan feed adalah sumber inspirasi perjalanan utama mereka.

Perempuan Gen Z lebih cenderung memvisualisasikan liburan mereka berikutnya sambil melihat Daifeed (47%). Ketergantungan pada Instagram ini jauh lebih tinggi daripada rata-rata global (25%) dan bahkan milenial (30%). Ketika memilih destinasi baru untuk dikunjungi, hampir setengah (45%) dari Gen Z mengatakan mereka dipengaruhi oleh influencer media sosial dan 35% mengatakan mereka umumnya mempercayai rekomendasi perjalanan dari influencer.

Inspirasi untuk Gen Z tidak hanya datang dari layar smartphone, dengan 35% responden dipengaruhi destinasi yang ada dalam film dan acara TV. Rekomendasi perjalanan juga masih datang dari interaksi sosial secara offline, dengan 33% mencari saran teman untuk tahu lebih lengkap mengenai destinasi tersebut.

  • Foto Terbaik di Media Sosial

Dari feed influencer hingga milik mereka sendiri, 43% Gen Z mengatakan mereka tertarik bepergian ke tempat yang terlihat bagus dalam foto. Empat dari sepuluh (42%) Gen Z mengatakan ketika bepergian mereka selalu mengunggah foto perjalanan mereka di media sosial. Hal ini lebih banyak dari demografi usia lainnya (42% vs 35% dari semua travelers).
Selama liburan terakhir mereka, 29% Gen Z mengambil antara 10 dan 30 foto setiap hari dengan satu dari empat orang (25%) mengambil lebih dari 50 foto setiap hari.

Menjadi generasi pertama yang tumbuh sebagai Digital Natives, tidak heran Gen Z menjadi generasi yang tidak ingin offline, dengan 55% menilai bahwa Wi-Fi adalah fitur sangat penting saat menginap, lebih tinggi daripada demografi lainnya dan amenitas favorit mereka.

  • Tidak Hanya Instagram

Instagram bukan satu-satunya sumber motivasi Gen Z. Mereka juga menyadari pentingnya pengalaman liburan dengan hampir enam dari 10 orang (57%) mengatakan mereka lebih memilih fokus dengan hal yang ada di depan mereka dan menikmatinya daripada menghabiskan waktu mengambil foto untuk media sosial.

Gen Z menganggap foto di feed media sosial mereka adalah bonus perjalanan. Untuk generasi yang berfokus pada pengalaman ini, mereka lebih memilih untuk hidup offline dengan 50% percaya bahwa terlalu banyak waktu dihabiskan di media sosial saat bepergian.

Jadi, walaupun tidak dapat disangkal bahwa Gen Z ‘suka’ media sosial, tapi mereka akan tetap mengutamakan kehidupan nyata dan pengalaman travel dibandingkan sekadar main di media sosial saja.

You may also like

Leave a Comment