Home Lifestyle Literasi Digital Sulawesi 2021: Etika Jadi Kunci Agar Aman dan Nyaman Bermedia Sosial

Literasi Digital Sulawesi 2021: Etika Jadi Kunci Agar Aman dan Nyaman Bermedia Sosial

written by Admin June 16, 2021
Literasi Digital Sulawesi 2021: Etika Jadi Kunci Agar Aman dan Nyaman Bermedia Sosial

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan gerakan nasional literasi digital Siber Kreasi mengadakan sesi webinar ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi. Kali ini Kominfo menyapa warga Kabupaten Boalemo, Gorontalo, melalui webinar bertema ‘Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial’.

Sejumlah narasumber yang dihadirkan dalam webinar ini diantaranya Founder Sekola Gembira dan Pegiat Budaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Abdul Gafur R. Sarabiti; Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, Lintang Ratri Rahmiaji; Musisi dan Pegiat Media Kreatif, Dody Kurniawan; serta Dosen dan Pegiat Literasi Muhamad Aljebra Aliksan Rauf. Pada episode kali ini diikuti oleh 513 peserta yang berasal dari berbagai kalangan.

Pembicara pertama, Abdul Gafur R. Sarabiti, menyampaikan pemaparannya terkait pentingnya kecakapan digital. Dengan jumlah pengguna media sosial (medsos) di Indonesia yang mencapai lebih dari 170 juta, maka hal-hal yang terjadi di dunia maya atau medsos ini bisa sangat memengaruhi kehidupan di dunia nyata. Di sinilah Abdul memandang pentingnya literasi digital agar masyarakat tidak hanya melek teknologi, tapi juga punya kecakapan digital.

“Dalam kaitan dengan medsos ini juga diperlukan pemetaan. Seberapa kuat identifikasi kita soal penggunaan medsos dan segmentasi-segmentasi yang berkaitan dengan tata perilaku dalam bermedsos, sehingga konten-konten yang diproduksi betul-betul tepat sasaran,” ujarnya.

Berlanjut ke narasumber kedua, Lintang Ratri Rahmiaji memaparkan tentang budaya digital dengan judul presentasi ‘Bicara Baik di Media Sosial’. Lintang mengingatkan pengguna internet dan medsos untuk berhati-hati mengunggah konten di internet karena unggahan itu akan menentukan bagaimana orang lain melihat diri kita. Apalagi, jika unggahan itu terkait dengan orang lain atau komentar atas suatu kasus, jangan sampai isi unggahan menimbulkan salah paham atau bahkan permusuhan.

“Saya mengingatkan bahwa kritik boleh, tapi ujaran kebencian jangan. Kita harus menggunakan prinsip etika komunikasi yang sama antara di dunia nyata maupun di dunia maya,” ucapnya.

Lintang menambahkan, jika ingin mengkritik, pastikan kritikan kita berbasis data dan sertakan bukti yang sahih dan akan lebih baik lagi jika sertakan solusi.

“Pastikan niat baik di setiap kritikan atau pendapat yang akan kita sampaikan. Selain itu, jangan terjebak arus mainstream. Misalnya, ada berita yang lagi ramai lalu kita ikut komentar padahal tidak kompeten. Belajarlah berbicara sesuai kompetensi kita,” tandasnya.

Menyambung paparan Lintang, pemateri ketiga Dody Kurniawan membagikan pemaparannya terkait etika digital dengan tema presentasi ‘Bebas tapi Terbatas Berekspresi di Media Sosial’.

Menurut Dody, memiliki etika bermedia sosial dalam era kekinian sangat penting untuk menjadikan kita pribadi yang bijak dalam bermedia sosial.

“Jika etika ini dapat dipegang oleh mayoritas pengguna medsos, diharapkan iklim medsos di Indonesia dapat menjadi jauh lebih produktif, positif dan informatif, sehingga bermanfaat bagi banyak orang,” terangnya.

Tampil sebagai pembicara pamungkas, Aljebra Aliksan Rauf memaparkan presentasi berjudul ‘Tips Pentingnya Internet Sehat’. Dia memberikan beberapa tips menggunakan internet secara sehat dan aman, di antaranya melengkapi komputer atau ponsel yang kita gunakan dengan perangkat lunak pengaman, serta menggunakan internet atau medsos untuk hal-hal positif.

Aljebra juga mengingatkan untuk selalu menyaring segala sesuatu yang tersebar di internet dan memastikan kebenarannya. Tak kalah penting, hindari penyebaran konten, foto dan video yang sumbernya tidak valid, serta komentar yang bersifat SARA dan provokatif.

“Berdiskusilah dengan keluarga atau teman mengenai dampak positif dan negatif dari internet atau medsos ini. Sering-seringlah menjalin komunikasi aktif dengan orang tua atau orang di sekitar kita mengenai informasi yang didapat melalui internet. Bila perlu, berkonsultasi dengan ahlinya,” pungkasnya.

Setelah pemaparan materi oleh keempat narasumber, kegiatan Literasi Digital dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme para peserta yang hadir secara daring untuk mengirimkan pertanyaan kepada para narasumber terkait tema yang disampaikan. Penanya juga berkesempatan mendapatkan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 untuk 10 penanya terpilih.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi diselenggarakan secara virtual mulai bulan Mei hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang pastinya disampaikan oleh para narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

You may also like

Leave a Comment