Home Lifestyle Gibran, Kaesang dan Bobby Nasution Kolaborasi Mendirikan ‘Kedai Rakyat’ di Medan

Gibran, Kaesang dan Bobby Nasution Kolaborasi Mendirikan ‘Kedai Rakyat’ di Medan

written by Admin June 3, 2018
Gibran, Kaesang dan Bobby Nasution Kolaborasi Mendirikan ‘Kedai Rakyat’ di Medan

Setelah terbilang cukup sukses menjalankan outlet di beberapa daerah di Indonesia, 2 putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka atau Gibran dan Kaesang Pangarep memilih untuk mengembangkan bisnis kulinernya sampai ke kota Medan, Sumatera Utara.

Gibran dan Kaesang membuat gebrakan dengan berkolaborasi bersama saudara ipar mereka, Bobby Nasution, membuka Kedai Rakyat di Medan pada , dengan konsep three in one.

Medan terpilih jadi kota terbaru yang jadi pilihan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep untuk memperluas jaringan bisnis mereka. Setelah sebelumnya sukses menjalankan bisnis dengan konsep two in one di Jakarta, kali ini ide bisnisnya adalah penggabungan tiga brand kuliner jadi satu.

Kedai Rakyat milik putra dan menantu Presiden Joko Widodo ini berada di Jalan Iskandar Muda, Medan. Hadirnya 3 brand masing-masing milik Gibran, Kaesang dan Bobby Nasution ini akan diharapkan mampu meramaikan destinasi kuliner dan lokasi nongkrong yang asyik di kota Medan yang selama ini memang dikenal sebagai kota kuliner.

“Kedai Rakyat ini menggunakan konsep pengabungan 3 brand milik Mas Gibran, Mas Kaesang dan Bang Bobby,” kata Ansari Khadir selaku Managing Director Kedai Rakyat kepada Travelmaker.ID.

Ansari menambahkan Medan dipilih karena ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini memiliki potensi pasar yang luar biasa, terutama makanan kekiniannya.

“Sudah kita lakukan riset keil-kecilan sebelum menentukan akan menjalankan bisnis Kedai Rakyat ini di kota Medan. Sementara menu yang ditawarkan juga sangat menarik dan tepat untuk generasi muda kota Medan,” ungkap Ansari.

Ansari menambahkan kembali bahwa, khusus untuk di Kedai Rakyat, Markobar, Sang Pisang dan Kopi Jolo milik ijual dengan harga terjangkau untuk masyarakat menengah.

“Markobar biasa dijual dengan harga Rp90.000, di Kedai Rakyat dijual dengan harga Rp10.000 per porsi. Intinya lebih ke masyarakatlah. Termasuk harga kopi Mas Bobby, meski kopinya bukan yang kelas. Harganya Rp15.000 sampai Rp20.000. Begitu juga dengan nugget pisang, bukan seperti kue artis, harga Sang Pisang hanya Rp15.000 sampai Rp20.000,” jelasnya.

Kedepannya, Kedai Rakyat akan terus melakukan pengembangan menu dan strategi.

“Kedai Rakyat ini diharapkan bisa jadi warung modern di pinggir jalan, jadi harganya murah tapi kualitasnya tetap bagus,” kata Ansari.

Sementara itu, di kesempatan yang sama Gibran dan Kaesang mengakui bahwa bisnis kuliner di Medan termasuk ketat. Banyak brand-brand kuliner yang telah ada memiliki nama besar dan populer. Namun pihaknya tetap optimis Kedai Rakyat mampu bersaing.

“Tantangannya banyak banget, tapi kita sudah mempelajari karakter orang Medan. Orang Medan itu suka kuliner, punya daya beli, dan cukup konsumtif. Jadi kita optimis dapat bersaing,” ungkap Kaesang.

Menurut Kaesang, sebagian besar masyarakat Kota Medan termasuk juga pecinta kopi sejati.

“Makanya kita gabung dengan brand kopinya Bobby. Sudah kita test, menu Markobar dan Sang Pisang cocok dipadukan dengan kopi,” kata Kaesang.

Khusus untuk Kedai Rakyat di Medan, mereka menyediakan paket 3 in 1 dengan hargah anya Rp50.000 per dua orang. Paket itu sudah termasuk Markobar, Sang Pisang, dan kopi untuk dua orang.

You may also like

Leave a Comment