Home Lifestyle Selenggarakan Premier di Jepang, Film ‘Umi wo Kakeru’ Tampilkan Keindahan Indonesia

Selenggarakan Premier di Jepang, Film ‘Umi wo Kakeru’ Tampilkan Keindahan Indonesia

written by Admin May 9, 2018
Selenggarakan Premier di Jepang, Film ‘Umi wo Kakeru’ Tampilkan Keindahan Indonesia

eindahan dan eksotisme alam dan budaya Indonesia sering diangkat ke layar lebar. Bukan hanya oleh sineas nasional. Bahkan insan film mancanegara juga melakukannya. Terbaru, keindahan dan pesona Indonesia tersaji di film  ‘Umi wo Kakeru’ (The Man from The Sea).

Kali ini, pesona yang diangkat adalah Nangroe Aceh Darussalam. Premier film tersebut telah diluncurkan di Shinjuku Theatre, Tokyo – Jepang, Senin (7/5).

Umi wo Kakeru merupakan film produksi Nikkatsu (Jepang) dan Kaninga Pictures (Indonesia). Koji Fukada diplot menjadi sutradaranya. Di Jepang, nama Koji Fukada adalah jaminan kualitas. Sederet film besar talah digarapnya. Salah satunya adalah ‘Harmonium‘ yang berhasil memenangkan Jury Prize dalam Un Certain Regard section di Cannes Film Festival tahun 2016.

Kesempatan emas tersebut langsung disambar Kementerian Pariwisata. Premier film tersebut didukung oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II.

“Premier film Umi wo Kakeru merupakan kesempatan emas untuk kembali mengangkat destinasi pariwisata Indonesia khususnya Daerah Istimewa Aceh. Untuk itu kami akan mendukung peluncuran premier film tersebut sebagai co-organizer,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Nia Niscaya, didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional II Vinsensius Jemadu, akhir pekan lalu.

Film ini menceritakan tentang seorang pemuda misterius, Lau, yang terdampar di pantai Banda Aceh, Indonesia. Ia mengalami hilang ingatan. Pemuda ini kemudian dirawat oleh volunteer pada sebuah NGO pemulihan pasca-bencana bernama Takako. Bersama dua anak laki-lakinya, Takashi beserta Sachiko, Takako merawat Lau dan membantu menemukan asal-usulnya.

Patennya film ini juga terlihat dari deretan nama yang menjadi pemerannya. Yaitu gabungan aktor dan aktris dari Jepang dan Indonesia. Ada Dean Fujioka, Adipati Dolken, Taiga, Sekar Sari, Junko Abe, dan Mayu Tsuruta.

Nia mengatakan, Kemenpar mendukung premiere film ini dengan mengedepankan promosi pariwisata. Yaitu dengan pemasangan logo Wonderful Indonesia pada backdrop wall (back panel), kemudian pemutaran video ‘Wonderful Indonesia’ berdurasi tiga menit sebelum pemutaran film.

“Kita juga akan  mendistribusikan goody bag berisi tourist map dan souvenir kepada 220 tamu undangan dan juga pemasangan poster destinasi Aceh sebagai lokasi utama shooting film ini,” imbuh Nia.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional II Vinsensius Jemadu ikut angkat bicara. Vinsensius mengatakan Kemenpar berharap melalui pendukungan baik dalam pembuatan maupun peluncuran film ini, Indonesia akan semakin dikenal sebagai negara bahari dengan banyak destinasi pantai yang indah.

“Ini juga sekaligus mengunggah minat masyarakat Jepang untuk datang berkunjung ke Indonesia. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan target pencapaian kunjungan wisatawan asal Jepang sebanyak 600.000 tahun 2018,” kata pria yang akrab disapa VJ itu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun tersenyum sumringah. Pasalnya bukan kali ini saja keindahan alam Indonesia diangkat ke dalam film produksi asing.

Produsen film Hollywood juga pernah melirik Indonesia sebagai lokasi syuting film mereka. Film ‘Eat, Pray, Love’ adalah milestone keseriusan Hollywood menampilkan Indonesia dalam layar perak.

Setelah itu, satu persatu film Hollywood bermunculan syuting di Tanah Air seperti ‘The Philosopher (After the Dark)’ yang mempopulerkan Candi Prambanan dan ‘Java Heat’ di 2013 . Ada juga film Indonesia yang sukses di Hollywood seperti ‘The Raid 2’ yang mengangkat Benteng van Der Wijck Kebumen.

Menpar Arief Yahya kini makin yakin, pamor Aceh akan makin berkibar di level dunia. Apalagi promosi gencar juga dilakukan pada premier film tersebut.

“Thailand punya Pulau James Bond, gara-gara syuting filmnya di Koh Ping Ghan. New Zealand juga ngetop setelah film The Lord of the Rings. Julia Robert dengan Eat, Pray, Love di Bali. Aceh bisa ikut ngetop setelah film ini,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

You may also like

Leave a Comment