Home Nusantara Kadisparbud : Selain Tanjung Puting, Kotawaringin Barat Fokus Juga Kembangkan Heritage Tourism

Kadisparbud : Selain Tanjung Puting, Kotawaringin Barat Fokus Juga Kembangkan Heritage Tourism

written by Admin March 8, 2018
Kadisparbud : Selain Tanjung Puting, Kotawaringin Barat Fokus Juga Kembangkan Heritage Tourism

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mantap  menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan (leading sector) untuk tingkatkan penerimaan pendapatan daerah dan juga mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kotawaringin Barat, Gusti Imansyah, saat ditemui Travelmaker.ID di sela-sela kunjungan kerjanya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Biaya pengembangan pariwisata yang murah serta potensi wisata Kotawaringin Barat yang istimewa harus bisa dimaksimalkan. Dengan begitu saya rasa pariwisata bisa jadi andalan. Kenapa andalan? Pertama kita sudah punya Taman Nasional Tanjung Puting dengan ditambah lagi potensi pengembangan destinasi wisata yang lain,” ujarnya.

Apalagi diakui oleh Gusti, bahwa sebenarnya Kotawaringin Barat juga punya potensi besar pula dalam bidang Heritage & Culture Tourism.

“Kotawaringin Barat ini yang tidak banyak masyarakat Indonesia ketahui punya sejarah Kerajaan atau Kesultanan yang panjang sebenarnya. Nah sekarang masih banyak peninggalan Kesultanan ini yang kami rawat baik dan kami jadikan destinasi wisata sejarah dan budaya untuk wisatawan mancanegara dan nusantara,” ungkap Gusti.

Kesultanan Kotawaringin Barat bergabung bersama Kerajaan, Kesultanan dan Keraton se-Indonesia dan bersama-sama punya harapan agar nilai sejarah dari seluruh Kerajaan, Kesultanan dan Keraton se-Indonesia tidak hilang oleh zaman dan bisa membuka diri sebagai pusat wisata, studi dan pengembangan budaya.

“Kesultanan Kotawaringin Barat tetap berupaya merangkul banyak pihak, agar dapat menjadikan seluruh Kerajaan, Kesultanan dan Keraton se-Indonesia bisa jadi pusat studi sejarah, pariwisata dan pengembangan budaya. Kami sudah mulai dari wilayah yang saya pimpin pariwisatanya, saat ini Istana Kuning milik Kesultanan Kotawaringin Barat sudah terbuka untuk masyarakat umum dan secara rutin kami jadikan pusat penyelenggaran budaya di Kotawaringin Barat,” jelas Gusti Imansyah yang merupakan seorang Sultan/Raja di Kesultanan Kotawaringin Barat ini.

Gusti Imansyah (Kedua dari Kanan) Bersama Dadang Rizki Ratman (Tengah) dalam Rakerda Kebudayaan & Pariwisata Kalimantan Tengah

 

Bukti seriusnya Gusti mengembangkan pariwisata bahkan dengan memberi edukasi kepada masyarakat Dayak yang selama ini dikenal terbelakang. Semata agar masyarakat Dayak bisa berpikiran terbuka terhadap pengembangan pariwisata dan peningkatan kesejahteraan suku asli Kalimantan ini.
“Kami serius ingin kembangkan pariwisata di Kotawaringin Barat, kami beri edukasi kepada masyarakat Dayak, agar kami bisa memaksimalkan potensi daerah kami. bayangkan saja bila budaya Dayak bisa terbuka untuk umum, betapa menariknya budaya Dayak bagi wisatawan mancanegara yang datang ke Kalimantan Tengah terutama Kotawaringin Barat,” ujar Gusti yang sudah 20 tahun berada dalam pemerintahan di Kotawaringin Barat sejak memulainya dari seorang Camat sampai menjadi Kadisparbud Kotawaringin Barat.
Kotawaringin Barat tercatat sebagai salah satu Kabupaten yang memberikan sumbangsih cukup besar terhadap pendapatan negara dari sektor Pariwisata. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara ke Kotawaringin Barat naik cukup signifikan di beberapa tahun belakangan.
“Dengan bangga saya umumkan bahwa Kotawaringin Barat sudah berperan cukup signifikan terhadap pencapaian dan pendapatan negara dari sektor pariwisata,” tutup Gusti Imansyah.

You may also like

Leave a Comment