Home MancanegaraChina Serius Garap Pasar Great China, Menpar Selenggarakan Meeting Marathon di Beijing

Serius Garap Pasar Great China, Menpar Selenggarakan Meeting Marathon di Beijing

written by Admin January 24, 2018
Serius Garap Pasar Great China, Menpar Selenggarakan Meeting Marathon di Beijing

Menpar Arief Yahya selama kunjungan kerja di Beijing, secara marathon melakukan pertemuan dengan industri pariwisata Tiongkok tanpa kenal lelah. Pada sesi pertama membahas tema yang spesifik berkaitan dengan online media dan online travel agent Tiongkok, dengan tim Baidu, Tuniu, Qunar, Tongcheng.

Sesi meeting ke – 5, bersama tim Alitrip, yaitu anak perusahaan Alibaba, bergerak di bidang e-commerce company terbesar dunia milik Jack Ma, Menpar menunjukkan kepiawaiannya sebagai marketer dalam bidang e-commerce untuk calon wisatawan.

Selanjutnya sesi meeting ke-6, yaitu dengan perusahaan pen-charter pesawat wisata ke Indonesia, dan EBTC adalah travel agent berpengaruh di Negeri Tembok Raksasa itu. Pertemuan marathon itu harus dilakukan karena keterbatasan waktu selama berada di Beijing.

Puncaknya, Business Gathering dengan 400 pelaku usaha travel agent dan media di Hotel Legendale.

“Sebenarnya yang diundang hanya 200 seats, tetapi karena yang hadir adalah Menpar Arief Yahya, jadi membludak hingga 400 orang, antusiasme peserta karena ingin memperoleh informasi aktual dari CEO Kementerian Pariwisata RI,” ungkap Vinsensius Jemadu, Asdep Pengembangan Pemasaran Great China, 23 Januari 2018.

Pada kesempatan gathering itu, Menpar Arief Yahya mempresentasikan capaian pemasaran atau performansi 2017, target 2018, dan Visit Wonderful Indonesia (ViWI). Dua narasumber lain adalah Hiramsyah Sambudhy Thaib berbicara soal 10 Bali Baru, dan Hans Haliono GM Garuda Indonesia di Beijing soal connectivity.

Masih menyisakan satu pertemuan lagi, press conference dengan sejumlah media TV, online, radio dan cetak di ibu kota Tiongkok itu.

Capek saya terobati, karena audience sangat antusias dan serius ingin melihat Indonesia! Sekaligus saya bisa klarifikasi apa saja isu-isu pariwisata yang berkembang di Tiongkok,” kata Menpar Arief Yahya.

Bahkan soal Bali pun, masih juga ada yang bertanya.

“Saya jelaskan, Pak Presiden Jokowi saja sudah ke Bali, 22 Desember 2017 lalu. Itu sudah menandakan bahwa Bali aman. Lagi pula Pak Menkomar Luhut Pandjaitan sebelumnya juga sudah mendeklarasikan, bahwa Bali aman untuk dikunjungi wisatawan,” tegas Arief Yahya.

Mantan Dirut PT Telkom ini juga mencontohkan Australia saja sudah kembali normal. Negara-negara lain juga sudah ke Bali, hanya Tiongkok yang belum pulih betul.

“Di kesempatan ini saya sekaligus mengundang warga Tiongkok untuk berwisata ke Indonesia, termasuk ke Bali,” ungkap dia.

Masih ada waktu untuk merayakan Tahun Baru Imlek di Pulau Dewata, dan juga destinasi lain di Indonesia. Tanggal 16 Februari 2018 masih cukup waktu untuk terbang ke sana.

Gong Ci Fa Cai!” ucap Arief Yahya yang disambut dengan tepuk tangan riuh oleh sejumlah reporter, fotografer dan kameraman.

Dia juga sempat mem-posting cerita 7 meeting seriusnya melalui media sosial, Instagram dengan akun @Menpar.AriefYahya. Dua meeting yang lainnya, press conference dan gathering-nya memang tidak disebut langsung, karena itu adalah program utamanya.

Selama di Beijing, Menteri Pariwisata didampingi oleh Staf Khusus bidang komunikasi Don Kardono, Ketua Tim Percepatan 10 Destinasi Prioritas Hiramsyah S. Thaib, dan Asdep Pemasaran Greater China, Vinsensius Jemadu, dan Asmenpar Ali.

Baidu, mesin pencari atau searching engine terbesar Tiongkok —Google-nya Tiongkok— memaparkan kisah suksesnya bekerjasama dengan Kemenpar. Menurut datanya, pertumbuhan Wisman Tiongkok periode Januari-November tahun 2017 tumbuh sebesar 42,22% dibanding periode yang sama tahun 2017.

Pertemuan diikuti oleh Baidu, Ken Tao, SEA Business Director Baidu, Wang Jing, Vice President Qunar.com, Li Zhizhuang, Vice President Tongcheng Leisure Group, dan juga Bruce Wang, Vice President Tuniu.com.

You may also like

Leave a Comment