Home Lifestyle Kampung Topeng, Destinasi Wisata Seru & Instagramable di Kota Malang

Kampung Topeng, Destinasi Wisata Seru & Instagramable di Kota Malang

written by Admin January 21, 2018

Mau seru-seruan di destinasi wisata yang instagramable? Coba datang ke Kampung Topeng Desaku Menanti di Kota Malang. Selain banyak spot foto keren, tempat ini kini dilengkapi wahana flying fox yang mengasyikkan.


Wahana Kampung Topeng ini dibangun di tebing perbukitan Buring. Lintasan luncurnya sepanjang 85 meter. Berawal di tengah perkebunan sisi timur Kampung Topeng dan berakhir di tengah-tengah perkampungan warga. Waktu luncurannya sangat cepat, cuma 10 detik. Tapi sensasinya luar biasa.

“Seru sekali, bikin ketagihan ini. Saya kepingin lagi. Anggap saja bagian dari senam jantung,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto usai menjajal wahana saat peresmian, Selasa (16/1).

Saat mencoba, Wasto tampak ragu untuk mengangkat kaki dari pijakan yang tersedia. Namun setelah diyakinkan, dia terjun dari ketinggian. Mungkin karena terpacu adrenalinnya, Wasto terdengar berteriak keras.

Wasto mengaku, wahana tersebut aman dan menyenangkan meski yang bermain telah paruh  baya seperti dirinya.

“Walaupun seusia saya ke atas, dijamin aman. Bikin sehat lahir batin. Yang pasti sangat seru.” Wahana tersebut cocok untuk semua usia. Tetapi beban maksimalnya adalah 90 kilogram. Untuk anak-anak, naik harus dengan persetujuan orang tua atau wali.

Pengunjung yang takut tidak perlu risau. Kalian juga masih bisa enjoy. Tinggal bersantai di ayunan maupun hammock yang disediakan di sekitar lokasi. Wahana swafoto seperti bentuk hati dengan hiasan topeng malangan, juga sepeda angin, cocok untuk pasangan yang ingin mengabadikan kemesraan.

Menurut Wasto, inovasi yang digagas Dinsos Kota Malang ini akan menambah nilai ekonomi setempat. Pasalnya kampung wisata ini dihuni oleh gelandangan dan pengemis (gepeng) binaan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang.

“Kita mendorong anak-anak di sini semakin inovatif, sehingga mereka dapat mandiri. Sekaligus membangun simbisosis mutualisme antara Dinsos dan masyarakat,” terang mantan kepala Badan Penelitian, Perencanaan dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang itu.

You may also like

Leave a Comment